Selasa, 04 November 2014

Awal Segalanya

Saya terima nikahnya Eka Mustikasari binti Muslimin dengan mas kawin tersebut di bayar tunai
Saksi menyatakan sah, disitulah kewajiban orang tuaku beralih kepada lelaki yg saat itu pula resmi menjadi suamiku. Luar biasa, akhirnya orang tuaku legawa memandang putrinya sudah dewasa dan siap untuk berumah tangga. 

Tapi inilah awal segalannya, dimana aku harus serba hati - hati terhadap apa yang harus aku lakukan. Beban suamiku semakin berat, ketika dia harus tetap berbakti kepada orang tuanya, juga saat ini harus menanggung segala akibat yang aku perbuat. Intinya pertanggungjawaban dia di mata Allah sangat luar biasa berat,

Aku bersyukur lahir dari keluarga dan lingkungan yang memang menanamkan nilai religi yang sangat kuat, nilai "ewuh pakewuh" yang sangat kuat pula. Dan orang tuaku sangat memperhatikan gerak gerik anaknya ini. Alhamdulillah satu hal yg saat ini sedikit mengurangi beban suamiku adalah aku mulai menutup aurat. Nampak sederhana memang, tapi dampaknya luar biasa.
Pertanyaan yg cukup menggelitik "suami mana yg rela keindahan tubuh istrinya menjadi pandangan yg nikmat di mata lelaki lain?" meski tidak sempurna tapi setidaknya aku selalu tampil tertutup ketika keluar rumah. Ada hal lain yg lebih penting, tentang sholat. Menegakkan dan menjalankan sholat ini sangat luar biasa sulit. Entah setan yg berwujud seperti apa hingga ia mampu menembus dinding keimananku ini. Tapi Allah Maha Baik, satu kalimat ini "suamiku yg menafkahiku, dia mencintaiku, masa aku tega melihatnya tersiksa di akhirat hanya karna aku tak sholat" itu motivasi kedua setelah aku sholat berharap ridho dari ALLAH.

Hal lain, jujur kukatakan aku bukanlah manajer keuangan rumah tangga yang baik. Maka segala hal yg berkaitan dengan keuangan, aku serahkan sepenuhnya kepada suami. Terdengar aneh memang. Tapi aku tak malu mengakuinya karna memang itulah kenyataannya. Dan aku beruntung memiliki suami yang dia tak mudah meremehkan tugas wanita sebagai istri. Ada satu hal yg kalian silahkan bilang kalo ini naif. SETIAP MEMBELI PAKAIAN, AKU SELALU MEMINTA PENILAIAN DARI SUAMI. Kalo dia tidak suka, dan aku suka maka aku harus merelakan untuk tidak jadi membelinya. Ada satu tujuan disini, aku membawa nama baik suami, ayah ibuku, mertuaku dan keluargaku. Itu saja.

Suamiku selalu menyadarkan diri ini untuk berbuat dengan ketegasan yg perlahan merubahku dari kebiasaan/perangai jelek ke hal hal yang baik. Alhamdulillah dengan sedikit kesabaran dan pertolongan Allah SWT, terjadi perubahan yang menjadi kegembiraan. Untuk inipun Allah SWT yang Maha Kasih Sayang berkenan kepada kita dengan seruannya untuk dapat jalan keluar dari masalah masalah tersebut dengan firmanNya dalam surat At Tahriim ayat 6 yang artinya“Hai orang orang beriman, peliharalah (selamatkanlah) dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu...."Meski kurang sempurna, tapi aku selalu berusaha menjadi istri yang shalihah untuk suami dan ibu yang menjadi panutan untuk anak - anakku kelak.


Qu anfusakum wa ahlikum naroo..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar