Selasa, 11 November 2014

Istilah-istilah singkat yang biasa dipakai dalam process export dan import


Shipper : Shipper adalah Exportir atau si Pengirim barang. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).
Consignee : Consignee adalah Importir atau si Penerima barang. Nama dan alamat lengkap Consignee harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, PackingList, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).
Notify Party : Notify Party adalah pihak kedua setelah Consignee yang berhak untuk diberitahu tentang adanya suatu pengiriman dan penerimaan barang export / import. Dalamp rakteknya, Nama dan Alamat Notify Party ini sama dengan nama dan Alamat Consignee. Tetapi ini semua tergantung dari perjanjian awal antara pihak Shipper dan Importir. Nama dan alamat lengkap Notify Party harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO. Atau jika Notify Part sama dengan Consignee maka cukup ditulis SAME AS CONSIGNEE.
Shipping Mark & Number : Shipping Marks & Number adalah jumlah carton dan tandapengiriman yang tercantum di kemasan barang. Data Shipping Marks & Number initercantum didalam Packing List dan Bill Of Lading.
Description of Goods : Adalah perincian barang. Description of Goods ini terdapat didalam Packing List (Lengkap) dan Bill Of Lading. Hanya saja penulisan data Description of Goods pada Bill Of Lading lebih sederhana atau hanya garis besarnya saja. Misalnya, didalam Packing List tertulis 2 Mesin Injection, 2 Mesin Bubut, 2 Mesin Grinda. Maka padaBill Of Lading cukup ditulis 6 Packages (total kemasan) of Mesin Injection, mesin bubut and mesin gerinda.
G.W. : G.W. adalah singkatan dari Gross Weight. Yaitu berat kotor dari berat kemasan danberat barang itu sendiri. Contoh berat barang itu 2 Kgs dan berat kemasannya 0.5 Kgs maka G.W. : 2.5 Kgs
N.W. : N.W. adalah singkatan dari Net Weight / berat bersih yaitu berat barang sebelum dikemas.
LCL : Less than Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang tanpa menggunakan container dengan kata lain parsial. Jika kita menggunakan jenis pengiriman LCL, maka barang yang kita kirim itu ditujukan ke Gudang penumpukan dari shipping agent. Lalu dari pihak Gudang tersebut akan mengumpulkan barang-barang kiriman LCL lain hingga memenuhi quota untuk di loading / di muat ke dalam container.
FCL : Full Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang dengan menggunakan container. Walaupun quantity barang tersebut lebih pantas dengan mode LCL, tetapi jika shipper mengirimkan barangnya dengan menggunakan container maka jenis pengiriman ini disebutdengan FCL. Pengiriman barang dengan mode FCL maka kita harus mendatangkan container ke Gudang kita untuk process stuffing (proses pemuatan barang). Setelah stuffing selesai, container itu kita segel dan kita kirimkan ke Tempat Penumpukan Peti Kemas dipelabuhan.
CFS : Container Freight Station yaitu mode pengiriman dari Gudang LCL Negara asal sampai ke Gudang LCL Negara tujuan. CFS-CFS menandakan bahwa mode pengiriman barang tersebut dengan cara LCL.
CY Container Yard yaitu mode pengiriman dari Tempat Penumpukan Peti Kemas Negaraasal sampai ke Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara tujuan. CY-CY menandakan modepengiriman barang tersebut secara FCL.
Vessel : Kapal
Feeder Vessel : Kapal pengangkut container dengan kapasitas kecil yang mengangkutcontainer dari pelabuhan muat menuju pelabuhan transit untuk di pindah ke Mother Vessel.Contoh : dari Tg. Priok menuju ke Singapore atau Hongkong….dsb
Mother Vessel : Kapal pengangkut dengan kapasitas besar yang mengangkut containerdari pelabuhan transit menuju pelabuhan tujuan.
Catatan :
Jika pengiriman barang daripelabuhan muat (misalnya : Tg. Priok, Jakarta ) menuju pelabuhan bongkar (misalnya :Busan, Korea) dengan menggunakan 1 Kapal saja maka tidak ada istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel. Istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel jika pengiriman barang dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar tersebut menggalami pergantian kapal. Misalnya: Pelabuhan muat Tg. Priok dan Pelabuhan bongkarnya Los Angeles, California. Sementara route pengiriman itu melalui Jakarta – Singapore menggunakan Kapal YM Glory dan Singapore – Los Angeles, CA mengunakan Kapal Hanjin Sao Paulo. Maka Feeder Vessel nyaadalah YM Glory dan Mother Vesselnya adalah Hanjin Sao Paulo.
Voyage : Nomor Keberangkatan Kapal yang biasa disingkat dengan V. atau Voy.. Nomorkeberangkatan harus selalu ada dibelakang nama Kapal. Contoh : YM Glory V. 23 artinyaNama Kapal YM Glory dengan nomor keberangkatan kapal (Voyage) 23.
ETD : Estimation Time of Departure adalah perkiraan waktu keberangkatan Kapal.
ETA :Estimation Time of Arrival adalah perkiraan waktu kedatangan Kapal
Bill Of Lading : atau biasa di singkat dengan B/L, arti sederhananya adalah Konosemen atau bukti pengiriman barang dan pengambilan barang. Form Bill Of Lading itu sendiri harus sudah mendapatkan legalitas dari dunia International sebagai alat / bukti pengiriman dan pengambilan barang export / import. Didalam Bill of Lading memuat data-data Shipper,Consignee, Notify Party, Vessel & Voy. No Shipping Marks & Numbers, Description of Goods, GW, NW, Measurement, POD, POL, Destination. B/L dikeluarkan oleh pihak pengangkut baik pelayaran, penerbangan atau lainnya atau agennya yang menunjukkan bahwa pengirim mengirimkan barangnya dengan kesepakatan yang tertulis di dalam B/L tersebut. B/L ini jika oleh pelayaran lazim disebut Bill Of Lading (B/L) namun untuk maskapai penerbangan disebut Airwaybill, atau bahkan ada sebutan lain Ocean B/L, Marine B/L, Sea waybill. Apapun sebutan itu pada dasarnya sama adalah dokumen pengangkut, dan semua itu adalah dalam kategori B/L. (meski dalam prakteknya akan berbeda, tapi yang jelas kita samakan semuaitu adalah B/L).
P.O.L Port Of Loading = Pelabuhan Muat
P.O.D : Port Of Discharge = Pelabuhan Bongkar
Collect : mengumpulkan, menagih
Freight Collect : biasa disebut dalam dokumen transportasi Bill of lading. Hal ini menunjukkan bahwa biaya transportasi atau biaya kapal menjadi beban atau akan dibayar oleh penerima barang di tempat tujuan. Artinya pengirim hanya mengirim barang tanpa membayar biaya kapal, namun penerima barang sewaktu akan mengambil barang dari kapal harus membayar biaya kapal terlebih dahulu. Besarnya biaya kapal seperti tertera pada dokumen B/L, namun jika B/L tidak memberikan informasi ini, besarnya biaya dapat ditanyakan kepada pengirim barang maupun perusahaan transportasi bersangkutan, tentunya sesuai harga yang telah disepakati antara pengirim dengan perusahaan pengangkut atau antara penerima barang dengan perusahaan pengangkut.
source : http://eksportimport.wordpress.com/2012/12/09/istilah-istilah-singkat-yang-biasa-dipakai-dalam-process-export-dan-import/


Thanks, bermanfaat bgt buat gue.. 

Senin, 10 November 2014

Lirik lagu Kasmaran - Campursari

yen arep crito karo sopo
yen ora crito kok tambah nelongso
oh soyo suwe kok ngene rasane
sedino-dino kok ngatoni wae
yen ora sambat uwis ra kuwat
arep njaluk tulung bingung lehku nembung
tekan suk kapan biso mendem iki
kasmaran kenyo tan kepati-pati
tindak tanduke kalem radigawe
larang eseme nggregetake
yo ben mung ngimpi ora popo
yen ati iki iso dadi lego
deweke teko lan kondo yen tresno
piya-piye aku pasrah lan lilo


Special for you 

Maafkan Aku

By : Taufiqurrahman

Telah lebih sebulan, Rizal mempersunting Dinda. Alumnus pesantren yang juga guru ngaji di mushalla itu amat beruntung. Meski kerjanya luntang-luntung, serabutan, atau tepatnya masih pengangguran alias tidak punya profesi dan penghasilan tetap, tapi Dinda tetap mencintainya.

Dinda yang cantik jelita dan berasal dari keluarga berada, justru lebih memilih Rizal sebagai imamnya daripada laki-laki lain pilihan papa dan mamanya. Dalam diri Rizal, ada sebuah uswah yang dibutuhkan dan ada harapan hidup sakinah yang Dinda dambakan. Inilah yang membuat gadis berparas elok itu rela hidup apa adanya, asal Rizal tetap di sampingnya.

Malam itu, di rumah orang tua Rizal, di atas ranjang sederhana yang terbuat dari bambu, Dinda tertidur pulas. Tubuh mulusnya dibalut selimut tipis dan kepalanya merebah di atas bantal yang lusuh. Kamar itu terasa pengap karena sempit. Tepat di samping ranjang, hanya ada lemari kecil yang di depannya terhampar sajadah. Di atas sajadah itulah, Rizal bersimpuh usai shalat malam.

Selepas berdoa, Rizal duduk di pinggir ranjang. Sayup-sayup, kedua matanya memandang wajah Dinda yang sedang tertidur pulas. Kedua mata isterinya yang sedang tertutup rapat, terus ditatapnya. Lalu selanjutnya, tak kuasa pula tangannya ikut membelai rambut Dinda.

"Maafkan aku, Sayang! Hanya ini yang bisa aku berikan. Jika kau tidak memilihku, pasti tiap malam kamu akan tidur di atas kasur empuk. Dirimu tidak akan tergeletak di atas ranjang bambu, tapi bersemayam di atas singgasana kerajaan".

"Maafkan aku, Sayang! Bila kamu tidak menerima cintaku, pasti kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari yang aku miliki. Aku hanyalah santri yang hingga kini belum tahu apa yang akan aku makan dan aku berikan untukmu esok hari. Padahal, bila dulu kau ikuti nasehat orang tuamu, pastilah suami pilihan mereka jauh lebih membahagiakan. Mereka tidak akan mengajakmu berpikir apa yang akan kita makan, tapi justru menawarimu, esok akan makan dimana, menunya apa".

"Maafkan aku, Sayang. Hanya ini gubuk reot milikku yang bisa menaungimu dari terik matahari dan guyuran hujan. Aku tak punya apa-apa lagi, selain cinta dan kasih sayang".

Hari semakin malam. Hanya suara jangkrik ditemani tokek yang terus berdendang. Sementara Dinda masih asyik tergolek pulas. Isteri Rizal itu sedang menikmati mimpinya, meski nyamuk mengitarinya sambil berebut untuk menghisap darah segarnya.

Sedangkan Rizal, suaminya, masih belum juga mampu memejamkan mata. Ia tetap duduk di pinggir ranjang sambil terus memandangi wajah isteri yang ia cintai. Hati dan pikirannya masih terus bergejolak memikirkan nasib Dinda yang kini menjadi tanggung jawabnya.

Teringat jelas bagaimana saat pertama kali, Rizal bersama ibunya yang telah lama berstatus janda, meminang Dinda di hadapan orang tua gadis itu. Kala itu, wajah cemberut tampak di raut muka Papanya. Apalagi dengan sang mama yang langsung bereaksi dengan mengatakan, "Nak Rizal, apakah putriku ini kelak akan kamu beri makan kitab kuning?"

Pertanyaan itu, bagi Rizal, menjadi tekanan batin yang terus-menerus menggelinding bagai bola salju. Entah apa yang bisa ia berikan kepada Dinda yang kini telah menjadi amanat baginya. Mampukah ia yang hanya lulusan pesantren membahagiakan isterinya?

Tiba-tiba, tatapan mata Rizal yang terus menyorot ke wajah isteri, tanpa ia sadari, telah berkaca-kaca. Lalu, bagai embun yang jatuh di pagi hari, seluruh permukaan wajah Rizal telah dipenuhi air mata kesedihan hingga tanpa bisa dibendung, beberapa tetes air mata itu jatuh dan menggelinding di dahi Dinda.

Sebenarnya, Rizal hendak segera mengusap air mata yang sedang meluncur dari dahi Dinda, namun terlambat. Air mata itu kini telah jatuh ke pelupuk mata Dinda. Akibatnya, wanita itu terbangun. Saat kedua matanya terbuka, ia merasakan air mata Rizal telah menyambut bola matanya yang indah.

Dinda pun terkejut melihat suaminya masih terduduk di pinggir ranjam sambil menangis.

"Benarkah Jenengan sedang menangis? Ada masalah apa? Apakah Mas Rizal sakit?", tanya Dinda.

"Tidak ada apa-apa kok. Saya baik-baik saja", jawab Rizal yang segera menghapus air matanya dengan surban yang masih bergelantung di pundaknya.

"Lalu, mengapa menangis?", tanya Dinda, lagi.

"Maafkan aku, Sayang", hanya itu yang bisa diucapkan Rizal sambil melempar tatapannya ke arah jendela. Dinda pun mengangkat badannya. Ia berusaha duduk sambil bersandar di sisi ranjang.

"Jenengan salah apa? Saya kira, tidak ada masalah apa-apa", ucap Dinda yang masih belum mengerti apa yang dimaksud dan yang sedang dipikirkan Rizal.

"Sayangku. Aku hanya khawatir, tidak bisa membahagiakanmu. Sebab, aku tak punya apa-apa yang bisa aku berikan. Uang, pekerjaan, toko, rumah, semuanya belum aku miliki. Maafkan aku, Sayang", kata Rizal sambil menatap wajah isterinya, setelah itu, ia menundukkan kepalanya.

Pelan tapi pasti, telapak tangan Dinda menyentuh dagu Rizal. Ia ingin mengangkat kembali mahkota suaminya yang kini sedang memikirkan masa depan dirinya.

"Mas, jika seluruh dunia ini belum Jenengan miliki, apakah aku juga termasuk bukan milikmu?", tanya Dinda.

Agak lama Rizal terdiam.

"Satu-satu yang kumiliki, hanya Jenengan, Sayangku", kata Rizal, lirih.

"Jika demikian, la takhof wa la tahzan. Jangan takut dan jangan sedih, suamiku. Selama Jenengan mencintai saya untuk selamanya, maka yang lainnya di dunia ini tidak penting bagiku".

Kembali, Rizal tak kuasa menahan air matanya. Tapi kali ini, air mata itu disertai senyum kebahagiaan. Lalu, segera ia mendekap isterinya.

"Maafkan aku, Sayang. Kini aku baru menyadari, bahwa Allah telah memenuhi permintaanku. Dulu, tak henti-hentinya aku memohon agar diberi perhiasan dunia terindah yang menurut Nabi adalah wanita shalihah. Ternyata, mutiara terindah di dunia ini sudah di tanganku dan takkan pernah aku lepaskan untuk selamanya"

Dinda pun akhirnya turut menangis sambil kepalanya bersandar di bahu Rizal, suaminya.

"Maafkan aku, Mas. Aku sangat bahagia mendengarnya. Selamanya, aku akan tetap bermakmum hingga salam mengantarkan kita ke haribaan Allah".

Kamis, 06 November 2014

Bawa Aku Sebentar Saja Keluar dari Jakarta

Judulnya ngenes  ya? Hahaha..


Yah, wajar kali ya kalo gue sampe segitunya bikin judul? Kalo elo orang Jakarta, loe pasti ngerti alesannya. That’s true man..

25 Oktober 2014, tepatnya waktu liburan 1 Muharram. Dimana mimpi gue buat keluar bentar aja dari ni kota kewujud. Jalan – jalan? Yaaa… bisa dibilang demikian, tapi tunggu, ini kerjaan suami gue, dan gue ngintil dia aja. Hahaha.. Survey proyek di beberapa jalan Tol di daerah Serang, Cilegon dan Merak. Beruntung sih suami gue kerja di sodara sendiri, dan kebetulan juga om gue baik banget, jadi gue boleh ngikut. Hahaha..

Perjalanan di mulai dari condet sekitar 06:30 WIB, sebelumnya nganter tante gue ke stasiun Senen karna dia mau pulang kampung.
Ni tante gue.. one of my motivator, gue bakal nerusin perjuangan dia B) .
Tante Sugiarti



















Setelah sarapan beberapa biji donat yang lumayan enak tapi ga bikin kenyang, kita mutusin buat buru-buru berangkat ke lokasi survey, dan subhanallah,, jalanan Jakarta.. hahaha
Loe bisa bayangin kan kalo seandainya tiap hari Jakarta begini? Mungkin gue gak pernah punya permintaan buat ke luar kota ini.. heu heu..







Kan keren yak? kalo tiap hari jalanan Jakarta begini?
kagak bakalan bosen gue berapa kali turun ke Jalanan..

Ahh..
Bagaikan mimpi di siang bolong,
Ahh..
Bagaikan pungguk merindukan bulan,
hahaha...






Perjalanan untuk sampe di lokasi survey pertama sekitar 1.5jam. Ni lokasi pertama gue survey



Ya karena yang kerja om gue sama suami gue, gue ngikut ya sekedarnya aja, make rompi, karna klo ga pake ga boleh masuk. dan ngeksis dah.. :D 

Selanjutnya ke lokasi ke dua, di Gerbang Tol Cilegon Timur, cukup jauh juga, sekitar 3 jam.









Jujur, ini pengalaman pertama gue, daaannnn kerrreeeen. Gue berasa seorang insinyur tau ga lo, hahahaha ..

Oke, lanjut ke lokasi berikutnya, lokasi terakhir. Di gerbang tol merak, panasssssnyo,, bikin gak kuat, tapi semangat. Karena om gue bilang abis ini kita mau ke pantai... yeaay!!!




Ga usah dijelasin deh ya, sebenernya kerjaan gue tu apaan? eh.. suami gue.. gue ma katanya Freelancer PTnya dia, hahaha... ni buat gambaran aja, kira - kira kerjaan ntar ngapain. 
check this out..




















Oke,, akhirnya kelar juga kerjaan surveynya. Lanjut pantaiii...... hahaha
Tapi sebelumnya makan siang dulu di salah satu rumah makan padang yang agak aneh. (gue ga tega mau ngasih liat fotonya).

Sekitar 30menit makan siang dan ngobrol-ngobrol, perjalanan lanjut ke salah satu pantai namanya Pantai Salira, lumayan sih dari tempat makan ini. Sepanjang perjalanan yang ada cuma pabrik pabrik dan pabrik, ada salah satu yang menyita perhatian gue. Ini 
Kalo yang lain ma Hollywood ya. tapi ini? hahaha..
Yasudahlaah...

Dan ini dia view yang sebelumnya ga pernah gue liat, 



















Ya, laut, dihiasi tongkang - tongkang yang we o we banget kalo menurut gue.. 
Sepanjang menuju pantai Salira ada beberapa tempat yang sebelumnya gue cuma denger dari cerita orang-orang doang. Salah satunya PLTU SURALAYA. Gila, gue seneng banget walaupun cuma lewat doang. Tapi sayang, perjalanan gue kepaksa stop di salah satu rumah kerabat, karena ternyata pantai Salira udah sejak setahun yang lalu ditutup. Tapi gapapalah.. itung-itung numpang sholat di rumah kerabat. Dan , minum gratis, haha...





Setelah dipikir cukup istirahat dan ngobrol ngalor - ngidulnya, kita mutusin buat pulang ke Jakarta, 
tapi karena perjalanan cukup panjang, sekitar 4 jam, kita mutusin untuk istirahat sholat dan makan di rest area. Makan bakso A Fung.. haha.. nih .. 


Lumayan recomended :D 

Oke, perjalanan kali ini kayanya cukup ya, pulang deh ke condet, 

Walaupun gagal ke Pantai Salira, tapi seenggaknya mimpi gue buat sebentar aja keluar dari Jakarta akhirnya kewujud. :D

Thanks for a nice trip ya om, kapan2 kalo urusan begini ajak gue lagi ya? :D
Om Haryanto -  Direktur PT URI CITRA MULIA


Suami gue, Nurohman - Technical Support





Rabu, 05 November 2014

Jatuh Cinta Dalam Diam



Yaa, aku pernah jatuh cinta dalam diam. Dimana seharusnya lidah ini lihai untuk mengarahkan agar bibir terbuka dan mau berucap, tapi ternyata salah, dia benar – benar lupa akan fungsinya. Mata yang terus bekerja, hingga mungkin dia lelah, hampir setiap hari aku ajak untuk sekedar mencari dimana keberadaannya, dan mengamati setiap geraknya dari kejauhan, meski demikian, efek yang ditimbulkan luar biasa. Bahagia, yaa bahagia. Meski terlihat bodoh.
Bodoh menahan rasa yang terkadang membuat dada sebelah kiri terasa sesak karena terlalu keras menahan perasaan yang terus mendesak untuk dinyatakan.
Naif? Iya naïf, aku selalu bilang “tidak” ketika beberapa orang menanyakan pertanyaan yang sama “Lo suka kan ma dia?” entah kenapa aku tak ingin orang tahu kalo aku memendam rasa yang amat dalam kepadanya.

Ya, cinta memang aneh,
Meski aku tak tau benar apa yang mendasari  aku mencintainya, tapi aku tetap saja mengharapkannya.
Ya cinta memang nakal
Meski aku tau ini sungguh menyakitkan, menahan rasa yang seolah membuatku bodoh, toh aku tetap menikmatinya.

Entahlah,
Yang pasti aku cukup bahagia mencintainya dengan caraku seperti ini, walau tanpa kepastian yang pasti, harapan yang terkadang dikecewakan kenyataan dan mungkin mimpi yang terpaksa aku hentikan karena aku harus bangun.
Menyebut namanya dalam setiap doa, itulah caraku mencintainya meski dalam diam.

Puncak, 20 Februari 2010


TAMAN WILADATIKA

Taman Wiladatika, mungkin banyak yang masih asing ya dengan yang satu ini. Yah, walaupun taman ini masih di sekitar Jakarta, tapi lumayan agak terpinggir hehehe, Taman Bunga Widya Mandala Krida Bakti Pramuka Cibubur, yang biasa disebut taman bunga Wiladatika cibubur yang berlokasi di jalan Jambore No.1 , Cibubur. Jakarta Timur ini terbilang taman rekreasi yang cukup tua. Taman rekreasi yang disahkan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 29 Juni 1980 dengan luas +  15 hektar ini adalah salah satu tempat rekreasi dijakarta yang masih menyediakan tanaman hijau dan bunga-bunga ditengah gresangnya kota Jakarta. 

Buat kalian yang suka tempat yang tenang, nyaman, dan murah :D mungkin taman ini adalah salah satu pilihan tepat. 
Mungkin ini beberapa hasil shoot kamera 360 yang di andro gue, bisa buat gambaran ke kalian gimana asiknya tempat ini :D check this out..













Dan kalau kalian bingung rute alternative buat kesana, nihhhh gue kasih gambaran,, hehehe

1. Kendaraan pribadi
Bagi rekan-rekan yang berkendaraan pribadi dari arah dalam kota Jakarta, arahkan kendaraan anda menuju Bogor via Tol Jagorawi, kemudian keluar di pintu Tol Cibubur. Dari sana, carilah Cibubur Junction Mall. Pintu masuk Taman Wiladatika berada tepat di seberang Cibubur Junction Mall.

Bagi rekan-rekan yang berasal dari Bandung, silakan lewat Tol Cipularang. Sebelum menuju  Bekasi, ada jalan tol yang menuju ke Bogor, yaitu JORR (Jakarta Outer Ring Route). Dari tol tersebut, belok ke arah Bogor lalu masuk Tol Jagorawi. Selanjutnya sama seperti keterangan di atas.

2.Taksi
Biasanya sopir taksi sudah tahu lokasi Taman Wiladatika. Bila belum tahu, minta sopir untuk mengarahkan kendaraan ke pintu Tol Cibubur. Setelah itu, silakan bertanya kepada orang sekitar untuk memastikan keberadaan Cibubur Junction.  Catatan: supaya harga argo tidak melambung, pilihlah taxi dengan tarif lama seperti Express, Putra, atau Gamya.

3. Kendaraan Umum lainnya:
Berikut ini keterangan untuk menuju Taman Wiladatika dari 4 lokasi umum yang lebih mudah dicapai:

a. UKI (Universitas Kristen Indonesia)
Dari UKI, naik angkutan umum 56 (seperti mini bus) jurusan Cileungsi dan turun di Jambore. Kemudian, naik angkot merah 16 turun persis di depan Taman Wiladatika. Lokasi ini bisa jadi alternatif pemberhentian untuk rekan-rekan dari Bogor.

b. Terminal Laladon (Darmaga, Bogor)
Dari Terminal Laladon, naik angkutan umum jurusan Cileungsi (nomor 5, seperti mini bus) dan turun di Jambore. Kemudian naik angkot merah 16 turun persis di depan Taman Wiladatika. Sama seperti dari UKI, lokasi ini bisa jadi alternatif pemberhentian untuk rekan-rekan dari Bogor.

c. Terminal Kampung Rambutan
Dari Terminal Kampung Rambutan, naik angkutan umum no 121 (bentuknya seperti Carry, warnanya biru). Turun di depan gerbang Taman Wiladatika atau di depan Cibubur Junction. Terminal Kampung Rambutan bisa jadi alternatif pemberhentian untuk rekan-rekan dari :

1. Bandara Soekarno Hatta (Cengkareng) dengan sebelumnya naik DAMRI ke Kampung Rambutan.
2. Stasiun Jatinegara (lebih baik turun di stasiun ini karena lebih dekat dibandingkan dengan Stasiun Gambir), yang kemudian naik angkutan umum ke arah Kampung rambutan.
3. Dari Depok/Stasiun UI, yang kemudian naik angkutan umum 112 dari Margonda atau  Terminal Depok.

d. Pasar Rebo/Kiwi (Jalan Raya Bogor)
1. Dari Pasar Rebo atau Kiwi bisa naik angkot T 16 (Kijang Merah) dan turun di depan Cibubur Junction.
2. Ini juga bisa menjadi alternatif dari Depok , yaitu dari Margonda naik D11 /112 sampai Pal, kemudian naik 42 ke arah Cibinong. Turun di Radar Auri atau Giant Cimanggis. Dari Pasar Cisalak, Radar Auri atau Giant Cimanggis, bisa naik angkutan umum 79 (Carry, warnanya biru) dan turun di depan gerbang Taman Wiladatika.  Catatan : angkutan umum 79 ini jumlahnya terbatas, butuh kesabaran untuk menunggunya.
Source : https://drive.google.com/file/d/0B-0b597R8sL6M0pPYjFrOHdXX2M/edit

Selamat berekreasi bersama keluarga tercinta :)