Kamis, 18 Desember 2014

Candi Kidulku

Dari sekian lama mengamati perkembangan yang terjadi di Desa tercinta, aku hanya sekedar berkata:

"Biar bagaimanapun, Candi Kidul tetaplah Desa terbaik untukku dengan segala cerita yang mewarnai kehidupan masyarakatnya, adat istiadatnnya, mitosnya. Entah mengapa aku tetap mencintai negeri kecilku ini sendiri, meski di Kota Ini menawarkan kemewahan yang tiada habisnya. Dan aku tetap merindukan kicauan burung di sejuknya pagi, siangnya yang oenuh aktivitas, dan malamnya yang selalu ramai dengan alunan Al Quran setiap sudut desa.
Terima kasih Ya Rabb, 
kau pertemukan aku jodoh di Candi Kidul, dimana aku tak perlu pergi jauh hanya untuk sekedar menemui orang tua kandungku. 
Terima kasih, segala mimpi berawal dari Desa ini dan aku akan kembalikan semuanya di sini. Kaos putih bertuliskan WE LOVE CANDI KIDUL buatan Karang Taruna Pascapala Argawana pun menjadi kebanggaan ketika dipakai di tanah rantau"

Terima Kasih,
Berikut beberapa foto yang membuat aku selalu ingin pulang ke Candi Kidul :
Mas Udin dan Istrinya, Aku, Vita, dan Dika (terakhir main bareng sebelum merantau)


Hari Raya Idul Adha 2013, depan rumah selalu seperti ini setiap tahunnya 


Se-RT

Lebaran 2014, Melepas Rindu

Senja Di Timur Desa

Lebaran 2014, Melepas Rindu

Halal Bi Halal, 2014 Karang Taruna

My Lovely House, 2013 Dampak Abu Gn. Kelud

Sinoman, Terakhir

2013 Nyuci Karpet Di Tlatar

Sebelum Takbir Keliling, Malam Lebaran 2013

Buka Bersama Karang Taruna 2013

Om Memet, Mas Mukhlas, Makin, setelah tadarus Ramadhan 2013

Ibu - Ibu Qasidah Nurunnisa'

Sinom Putra, 2013

Om Memet, lomba bola terong dalam rangka HUT Karang Taruna 2013

Alfi & Ilham Kunjeri, Kerja Bakti

Lomba Makan Kerupuk HUT Karang Taruna

Depan Rumah, Halal Bi Halal 2013

Sodik (Sepupu) Tlatar

Om Memet & Makin Tlatar

Waktu Nikahan, Terima Kasih 

Depan Rumah, Halal Bi Halal 2013

Bapak - Bapak Pengurus Kampung

Rabu, 17 Desember 2014

Candi Kidul, Desaku Yang Kucinta..

Candikidul tetaplah Candikidul,tanah yang dihuni oleh warga yang mayoritas sederhana dengan banyak profesi dan pekerjaan,dalam banyak hal sebenarnya penduduk Candikidul adalah orang yang sangat sederhana dalam pemikiran dan keinginan,damai rasanya di kampungku ini,bukan hanya karena aku dilahirkan di kampung ini tapi terlebih karena memang kampung  ini mendamaikan bagi siapapun yang tinggal disini.


Dalam berkembangannya Candikidul mengalami beberapa kali pergolakan idealisme yang mengakibatkan tatanan yang selama berpuluh tahun hilang dalam sekejap berganti dengan perasaan terasing  dan aneh ketika kita yang pernah merasakan kedamian Candikidul ini tiba tiba berganti dengan berbagai macam rasa yang terlalu kompleks untuk dijabarkan dalam tulisan karena  perbedaan sifat,kepentingan  dan pemikiran.
Pemuda –pemudi yang dalam perannya dulu bernama Tunas Muda kemudian bergabti menjadi Remaja Masjid kemudian berganti lagi menjadi Karang Taruna menjadi satu satunya factor penentu bagi hitam dan putihnya kampung ini .


Peran para Karang Taruna ini dapat dilihat dari kiprahnya pasca “Tragedi 2004” ( sebutan peristiwa ini hanya intern untuk penulis ),sehingga membuat para orang tua sadar bahwa mereka juga meninggalkan sejarah yang kelak akan dikenang dan dijadikan pelajaran bagi generasi selanjutnya.



Kemajuan teknologi terutama teknologi informasi sudah merambah ke berbagai usia dan kalangan tidak terbatas waktu dan tempat,Hand Phone lah yang menjadi tumpuannya.Jejaring social  Facebook yang dulu awam dikalangan muda-mudi kini justru menjadi hal yang tak mampu dilepaskan bahakn ditempat yang disakralkan sekalipun (baca : masjid,pertemuan,pengajian ).kini hamper semua orang Candikidul terutama generasi mudanya punya akun Jejaring sosial terutama mereka yang hari harinya berkutat dengan dunia maya.
Hand Phone,,,,,,,,,yah benda inilah yang membuat banyak perbedaan di tahun tahun belakangan ini,ia mengenalkan semua dengan dunia luar (baca : dunia maya ) dampak buruknya terutamaa tayangan yang seharusnya memeng bukan konsumsi umur tertentu kini bias dinikmati dengan sangat mudah oleh siapapun,apalagi dengan harga media yang terjangkau oleh kalangan muda,hingga aneh rasanya kalau kini seseorang tiding nenteng Hp kalo lagi keluar rumah.
Tetapi memng ini tak akan mampu kita cegah karena memang JAMAN SUDAH BERUBAH.Hal yang bias kita lakukan adalah tidak menelan mentah mentah apa yang kita dapat di dunia maya dan membawanya dalam kehidupan kita yang nyata.

Lalu apa hubungannya antara Candikidul,Karang Taruna dan Tekhnologi Informasi ?
1.Tekhnologi Informasi membuat kita tidak buta dengan apa yang terjadi di belahan dunia alain baik perubahan politik,sosial maupun ekonomi.seharusnya karena kini kita dengan mudah untuk saling berbagi dengan siapapun harusnya membuat hubungan internal Candikidul semakin erat dan semakin menguntungkan hingga akhirnya nanti mebawa kemajuan bagi Candikidul.
2.Tekhnogi Informasi membuat pandangan kita menjdi luas dalam berfikir dan beretika,hingga kita dengan tempatnya harusnya mampu menghilangkan sekat-sekat Idealisme dan memperlakukan sesuai  dengan haknya dan tidak memaksakan keinginan kita kepada orang lain.
3.Berbagi media yang ada harusnya dibuat sebaggai  sumber ilmu yang efektif,bukan hanya sebagai tempat untuk update status.walaupun itu juga tidak salah asal tidak berlebihan.


Source : dinastikunjeri.blogspot.com

Selasa, 16 Desember 2014

Sebenernya aku mikir mau bikin ini tulisan udah dari perjalanan dari rumah ke kantor, dari kantor ke Kemang, terus balik dari Kemang ke kantor. Ternyata setelah ngambil keputusan tujuan dari penulisan ini adalah hiburan semata, yaa oke aku tulis.
Ini sekedar tulisan yang agak gak penting, tapi kalo mau agak kritis mungkin ada manfaatnnya ya, walaupun dikit.

Berawal dari kegelisahan dan penyesalan penulis soal postingan status di media social terutama facebook, kenapa facebook, karena jaringan social ini yang paling mudah dan paling gampang di akses. Dari tetangga aku yang masih SD (manipulasi umur) sampai yang udah eyang2 juga ngakses ni maenan :D
Beberapa hal yang pantas atau tidak pantas dijadikan status FB, ini berdasarkan pengalaman kurang lebih 5 tahun penulis yang udah menerima pro kontra, kritis pedas sampai saran manis dalam dunia pesbuk men pesbuk, diantaranya :

1.      MASALAH PRIBADI

Era pesbuk ini, beranda pesbuk itu lebih mirip buku diary, kalau dulu kita (yang ngalamin) mau curhat ya di buku diary, yang ada gemboknya, kadang curhatnya juga pake sandi matematika atau bahkan sandi bikinan sendiri yang kalau dibaca untuk kedua kalinya udah gak ngerti itu maksudnya gimana. -____- Tapi beda sekarang, semua free. Mungkin tujuannya biar dapet perhatian atau sekedar yaa daripada gak  nyetatus. Tp faktanya, tidak semua orang mau dan mampu menerima apa yang kita utarakan, bahkan mirisnya, orang lain yang gak suka, bakalan tepuk tangan. Kalau dulu kita butuh orang ketiga untuk jadi agen mata – mata nyari masalah di kita buat bahan ketawaan dia, kalo sekarang, kita sendiri yang bikin mereka ketawa ama masalah kita pribadi. Jadi, plis ya.. (pengalaman pribadi)

2.      PROBLEMS IN A RELATIONSHIP

Hampir sama, hanya bedannya kalo ini biasanya lebih bersifat ke sindir menyindir, komentar” yang tanpa tau urgensinya apa, faktanya orang2 saat ini lebih jarang mau mengklarifikasi dulu, main tubruk seenaknya. Mudah mengambil kesimpulan dan akhirnya nyesel. Jadi, plis ya.. (pengalaman pribadi)

3.     MASALAH PACARAN DAN ATAU RUMAH TANGGA

     Nah, ini yang paling krusial. Sebenarnya sah sah saja sih ya, Cuma kalo hari ini kita nyetatus begini “lagi having fun sama papah, makasih ya papah, selalu ngasih yang aku mau, aku sayang kamu papah, semoga kamu nanti benar – benar jadi suami aku yah pah?
Besoknya lagi gak kebeneran bikin status “Kamu tau gak sih, aku udah banyak berkorban buat kamu, ternyata kamu tega sama aku kamu itu bang (tiiiiiiit) kamu anj (tiiiiitt) !!!” atau hal hal lain, nih, emang mantan kamu gak bakal ketawa tuh?. Yang jelas akan lebih baik kalau masalah pacaran, rumah tangga itu yaaaa cukup kita dan pasangan aja yang tau, duduk manis, bicara baik – baik dan selesaikan. Lebih enak kok. Jangan menciptakan pemikiran orang. Kalau orang lain buta dengan masalah kita, mereka juga gak akan banyak komentar atau mungkin tidak akan mudah mengambil kesimpulan tetntang hubungan kita. Kita pun lebih nyaman, kalaupun butuh orang lain yaaa jangan bikin status, face to face. Jadi,plis ya… (pengalaman pribadi)

Emm,,,
Mungkin itu beberapa hal yang bisa buat kita belajar bersama, dan sekali lagi tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi, tidak bermaksud mengintimidasi pihak tertentu. Jika terdapat kesamaan tokoh, cerita dan latar belakang, semata – mata kebetulan semata.
Thanks.

  

Selasa, 11 November 2014

Istilah-istilah singkat yang biasa dipakai dalam process export dan import


Shipper : Shipper adalah Exportir atau si Pengirim barang. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).
Consignee : Consignee adalah Importir atau si Penerima barang. Nama dan alamat lengkap Consignee harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, PackingList, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).
Notify Party : Notify Party adalah pihak kedua setelah Consignee yang berhak untuk diberitahu tentang adanya suatu pengiriman dan penerimaan barang export / import. Dalamp rakteknya, Nama dan Alamat Notify Party ini sama dengan nama dan Alamat Consignee. Tetapi ini semua tergantung dari perjanjian awal antara pihak Shipper dan Importir. Nama dan alamat lengkap Notify Party harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO. Atau jika Notify Part sama dengan Consignee maka cukup ditulis SAME AS CONSIGNEE.
Shipping Mark & Number : Shipping Marks & Number adalah jumlah carton dan tandapengiriman yang tercantum di kemasan barang. Data Shipping Marks & Number initercantum didalam Packing List dan Bill Of Lading.
Description of Goods : Adalah perincian barang. Description of Goods ini terdapat didalam Packing List (Lengkap) dan Bill Of Lading. Hanya saja penulisan data Description of Goods pada Bill Of Lading lebih sederhana atau hanya garis besarnya saja. Misalnya, didalam Packing List tertulis 2 Mesin Injection, 2 Mesin Bubut, 2 Mesin Grinda. Maka padaBill Of Lading cukup ditulis 6 Packages (total kemasan) of Mesin Injection, mesin bubut and mesin gerinda.
G.W. : G.W. adalah singkatan dari Gross Weight. Yaitu berat kotor dari berat kemasan danberat barang itu sendiri. Contoh berat barang itu 2 Kgs dan berat kemasannya 0.5 Kgs maka G.W. : 2.5 Kgs
N.W. : N.W. adalah singkatan dari Net Weight / berat bersih yaitu berat barang sebelum dikemas.
LCL : Less than Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang tanpa menggunakan container dengan kata lain parsial. Jika kita menggunakan jenis pengiriman LCL, maka barang yang kita kirim itu ditujukan ke Gudang penumpukan dari shipping agent. Lalu dari pihak Gudang tersebut akan mengumpulkan barang-barang kiriman LCL lain hingga memenuhi quota untuk di loading / di muat ke dalam container.
FCL : Full Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang dengan menggunakan container. Walaupun quantity barang tersebut lebih pantas dengan mode LCL, tetapi jika shipper mengirimkan barangnya dengan menggunakan container maka jenis pengiriman ini disebutdengan FCL. Pengiriman barang dengan mode FCL maka kita harus mendatangkan container ke Gudang kita untuk process stuffing (proses pemuatan barang). Setelah stuffing selesai, container itu kita segel dan kita kirimkan ke Tempat Penumpukan Peti Kemas dipelabuhan.
CFS : Container Freight Station yaitu mode pengiriman dari Gudang LCL Negara asal sampai ke Gudang LCL Negara tujuan. CFS-CFS menandakan bahwa mode pengiriman barang tersebut dengan cara LCL.
CY Container Yard yaitu mode pengiriman dari Tempat Penumpukan Peti Kemas Negaraasal sampai ke Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara tujuan. CY-CY menandakan modepengiriman barang tersebut secara FCL.
Vessel : Kapal
Feeder Vessel : Kapal pengangkut container dengan kapasitas kecil yang mengangkutcontainer dari pelabuhan muat menuju pelabuhan transit untuk di pindah ke Mother Vessel.Contoh : dari Tg. Priok menuju ke Singapore atau Hongkong….dsb
Mother Vessel : Kapal pengangkut dengan kapasitas besar yang mengangkut containerdari pelabuhan transit menuju pelabuhan tujuan.
Catatan :
Jika pengiriman barang daripelabuhan muat (misalnya : Tg. Priok, Jakarta ) menuju pelabuhan bongkar (misalnya :Busan, Korea) dengan menggunakan 1 Kapal saja maka tidak ada istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel. Istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel jika pengiriman barang dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar tersebut menggalami pergantian kapal. Misalnya: Pelabuhan muat Tg. Priok dan Pelabuhan bongkarnya Los Angeles, California. Sementara route pengiriman itu melalui Jakarta – Singapore menggunakan Kapal YM Glory dan Singapore – Los Angeles, CA mengunakan Kapal Hanjin Sao Paulo. Maka Feeder Vessel nyaadalah YM Glory dan Mother Vesselnya adalah Hanjin Sao Paulo.
Voyage : Nomor Keberangkatan Kapal yang biasa disingkat dengan V. atau Voy.. Nomorkeberangkatan harus selalu ada dibelakang nama Kapal. Contoh : YM Glory V. 23 artinyaNama Kapal YM Glory dengan nomor keberangkatan kapal (Voyage) 23.
ETD : Estimation Time of Departure adalah perkiraan waktu keberangkatan Kapal.
ETA :Estimation Time of Arrival adalah perkiraan waktu kedatangan Kapal
Bill Of Lading : atau biasa di singkat dengan B/L, arti sederhananya adalah Konosemen atau bukti pengiriman barang dan pengambilan barang. Form Bill Of Lading itu sendiri harus sudah mendapatkan legalitas dari dunia International sebagai alat / bukti pengiriman dan pengambilan barang export / import. Didalam Bill of Lading memuat data-data Shipper,Consignee, Notify Party, Vessel & Voy. No Shipping Marks & Numbers, Description of Goods, GW, NW, Measurement, POD, POL, Destination. B/L dikeluarkan oleh pihak pengangkut baik pelayaran, penerbangan atau lainnya atau agennya yang menunjukkan bahwa pengirim mengirimkan barangnya dengan kesepakatan yang tertulis di dalam B/L tersebut. B/L ini jika oleh pelayaran lazim disebut Bill Of Lading (B/L) namun untuk maskapai penerbangan disebut Airwaybill, atau bahkan ada sebutan lain Ocean B/L, Marine B/L, Sea waybill. Apapun sebutan itu pada dasarnya sama adalah dokumen pengangkut, dan semua itu adalah dalam kategori B/L. (meski dalam prakteknya akan berbeda, tapi yang jelas kita samakan semuaitu adalah B/L).
P.O.L Port Of Loading = Pelabuhan Muat
P.O.D : Port Of Discharge = Pelabuhan Bongkar
Collect : mengumpulkan, menagih
Freight Collect : biasa disebut dalam dokumen transportasi Bill of lading. Hal ini menunjukkan bahwa biaya transportasi atau biaya kapal menjadi beban atau akan dibayar oleh penerima barang di tempat tujuan. Artinya pengirim hanya mengirim barang tanpa membayar biaya kapal, namun penerima barang sewaktu akan mengambil barang dari kapal harus membayar biaya kapal terlebih dahulu. Besarnya biaya kapal seperti tertera pada dokumen B/L, namun jika B/L tidak memberikan informasi ini, besarnya biaya dapat ditanyakan kepada pengirim barang maupun perusahaan transportasi bersangkutan, tentunya sesuai harga yang telah disepakati antara pengirim dengan perusahaan pengangkut atau antara penerima barang dengan perusahaan pengangkut.
source : http://eksportimport.wordpress.com/2012/12/09/istilah-istilah-singkat-yang-biasa-dipakai-dalam-process-export-dan-import/


Thanks, bermanfaat bgt buat gue.. 

Senin, 10 November 2014

Lirik lagu Kasmaran - Campursari

yen arep crito karo sopo
yen ora crito kok tambah nelongso
oh soyo suwe kok ngene rasane
sedino-dino kok ngatoni wae
yen ora sambat uwis ra kuwat
arep njaluk tulung bingung lehku nembung
tekan suk kapan biso mendem iki
kasmaran kenyo tan kepati-pati
tindak tanduke kalem radigawe
larang eseme nggregetake
yo ben mung ngimpi ora popo
yen ati iki iso dadi lego
deweke teko lan kondo yen tresno
piya-piye aku pasrah lan lilo


Special for you 

Maafkan Aku

By : Taufiqurrahman

Telah lebih sebulan, Rizal mempersunting Dinda. Alumnus pesantren yang juga guru ngaji di mushalla itu amat beruntung. Meski kerjanya luntang-luntung, serabutan, atau tepatnya masih pengangguran alias tidak punya profesi dan penghasilan tetap, tapi Dinda tetap mencintainya.

Dinda yang cantik jelita dan berasal dari keluarga berada, justru lebih memilih Rizal sebagai imamnya daripada laki-laki lain pilihan papa dan mamanya. Dalam diri Rizal, ada sebuah uswah yang dibutuhkan dan ada harapan hidup sakinah yang Dinda dambakan. Inilah yang membuat gadis berparas elok itu rela hidup apa adanya, asal Rizal tetap di sampingnya.

Malam itu, di rumah orang tua Rizal, di atas ranjang sederhana yang terbuat dari bambu, Dinda tertidur pulas. Tubuh mulusnya dibalut selimut tipis dan kepalanya merebah di atas bantal yang lusuh. Kamar itu terasa pengap karena sempit. Tepat di samping ranjang, hanya ada lemari kecil yang di depannya terhampar sajadah. Di atas sajadah itulah, Rizal bersimpuh usai shalat malam.

Selepas berdoa, Rizal duduk di pinggir ranjang. Sayup-sayup, kedua matanya memandang wajah Dinda yang sedang tertidur pulas. Kedua mata isterinya yang sedang tertutup rapat, terus ditatapnya. Lalu selanjutnya, tak kuasa pula tangannya ikut membelai rambut Dinda.

"Maafkan aku, Sayang! Hanya ini yang bisa aku berikan. Jika kau tidak memilihku, pasti tiap malam kamu akan tidur di atas kasur empuk. Dirimu tidak akan tergeletak di atas ranjang bambu, tapi bersemayam di atas singgasana kerajaan".

"Maafkan aku, Sayang! Bila kamu tidak menerima cintaku, pasti kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari yang aku miliki. Aku hanyalah santri yang hingga kini belum tahu apa yang akan aku makan dan aku berikan untukmu esok hari. Padahal, bila dulu kau ikuti nasehat orang tuamu, pastilah suami pilihan mereka jauh lebih membahagiakan. Mereka tidak akan mengajakmu berpikir apa yang akan kita makan, tapi justru menawarimu, esok akan makan dimana, menunya apa".

"Maafkan aku, Sayang. Hanya ini gubuk reot milikku yang bisa menaungimu dari terik matahari dan guyuran hujan. Aku tak punya apa-apa lagi, selain cinta dan kasih sayang".

Hari semakin malam. Hanya suara jangkrik ditemani tokek yang terus berdendang. Sementara Dinda masih asyik tergolek pulas. Isteri Rizal itu sedang menikmati mimpinya, meski nyamuk mengitarinya sambil berebut untuk menghisap darah segarnya.

Sedangkan Rizal, suaminya, masih belum juga mampu memejamkan mata. Ia tetap duduk di pinggir ranjang sambil terus memandangi wajah isteri yang ia cintai. Hati dan pikirannya masih terus bergejolak memikirkan nasib Dinda yang kini menjadi tanggung jawabnya.

Teringat jelas bagaimana saat pertama kali, Rizal bersama ibunya yang telah lama berstatus janda, meminang Dinda di hadapan orang tua gadis itu. Kala itu, wajah cemberut tampak di raut muka Papanya. Apalagi dengan sang mama yang langsung bereaksi dengan mengatakan, "Nak Rizal, apakah putriku ini kelak akan kamu beri makan kitab kuning?"

Pertanyaan itu, bagi Rizal, menjadi tekanan batin yang terus-menerus menggelinding bagai bola salju. Entah apa yang bisa ia berikan kepada Dinda yang kini telah menjadi amanat baginya. Mampukah ia yang hanya lulusan pesantren membahagiakan isterinya?

Tiba-tiba, tatapan mata Rizal yang terus menyorot ke wajah isteri, tanpa ia sadari, telah berkaca-kaca. Lalu, bagai embun yang jatuh di pagi hari, seluruh permukaan wajah Rizal telah dipenuhi air mata kesedihan hingga tanpa bisa dibendung, beberapa tetes air mata itu jatuh dan menggelinding di dahi Dinda.

Sebenarnya, Rizal hendak segera mengusap air mata yang sedang meluncur dari dahi Dinda, namun terlambat. Air mata itu kini telah jatuh ke pelupuk mata Dinda. Akibatnya, wanita itu terbangun. Saat kedua matanya terbuka, ia merasakan air mata Rizal telah menyambut bola matanya yang indah.

Dinda pun terkejut melihat suaminya masih terduduk di pinggir ranjam sambil menangis.

"Benarkah Jenengan sedang menangis? Ada masalah apa? Apakah Mas Rizal sakit?", tanya Dinda.

"Tidak ada apa-apa kok. Saya baik-baik saja", jawab Rizal yang segera menghapus air matanya dengan surban yang masih bergelantung di pundaknya.

"Lalu, mengapa menangis?", tanya Dinda, lagi.

"Maafkan aku, Sayang", hanya itu yang bisa diucapkan Rizal sambil melempar tatapannya ke arah jendela. Dinda pun mengangkat badannya. Ia berusaha duduk sambil bersandar di sisi ranjang.

"Jenengan salah apa? Saya kira, tidak ada masalah apa-apa", ucap Dinda yang masih belum mengerti apa yang dimaksud dan yang sedang dipikirkan Rizal.

"Sayangku. Aku hanya khawatir, tidak bisa membahagiakanmu. Sebab, aku tak punya apa-apa yang bisa aku berikan. Uang, pekerjaan, toko, rumah, semuanya belum aku miliki. Maafkan aku, Sayang", kata Rizal sambil menatap wajah isterinya, setelah itu, ia menundukkan kepalanya.

Pelan tapi pasti, telapak tangan Dinda menyentuh dagu Rizal. Ia ingin mengangkat kembali mahkota suaminya yang kini sedang memikirkan masa depan dirinya.

"Mas, jika seluruh dunia ini belum Jenengan miliki, apakah aku juga termasuk bukan milikmu?", tanya Dinda.

Agak lama Rizal terdiam.

"Satu-satu yang kumiliki, hanya Jenengan, Sayangku", kata Rizal, lirih.

"Jika demikian, la takhof wa la tahzan. Jangan takut dan jangan sedih, suamiku. Selama Jenengan mencintai saya untuk selamanya, maka yang lainnya di dunia ini tidak penting bagiku".

Kembali, Rizal tak kuasa menahan air matanya. Tapi kali ini, air mata itu disertai senyum kebahagiaan. Lalu, segera ia mendekap isterinya.

"Maafkan aku, Sayang. Kini aku baru menyadari, bahwa Allah telah memenuhi permintaanku. Dulu, tak henti-hentinya aku memohon agar diberi perhiasan dunia terindah yang menurut Nabi adalah wanita shalihah. Ternyata, mutiara terindah di dunia ini sudah di tanganku dan takkan pernah aku lepaskan untuk selamanya"

Dinda pun akhirnya turut menangis sambil kepalanya bersandar di bahu Rizal, suaminya.

"Maafkan aku, Mas. Aku sangat bahagia mendengarnya. Selamanya, aku akan tetap bermakmum hingga salam mengantarkan kita ke haribaan Allah".

Kamis, 06 November 2014

Bawa Aku Sebentar Saja Keluar dari Jakarta

Judulnya ngenes  ya? Hahaha..


Yah, wajar kali ya kalo gue sampe segitunya bikin judul? Kalo elo orang Jakarta, loe pasti ngerti alesannya. That’s true man..

25 Oktober 2014, tepatnya waktu liburan 1 Muharram. Dimana mimpi gue buat keluar bentar aja dari ni kota kewujud. Jalan – jalan? Yaaa… bisa dibilang demikian, tapi tunggu, ini kerjaan suami gue, dan gue ngintil dia aja. Hahaha.. Survey proyek di beberapa jalan Tol di daerah Serang, Cilegon dan Merak. Beruntung sih suami gue kerja di sodara sendiri, dan kebetulan juga om gue baik banget, jadi gue boleh ngikut. Hahaha..

Perjalanan di mulai dari condet sekitar 06:30 WIB, sebelumnya nganter tante gue ke stasiun Senen karna dia mau pulang kampung.
Ni tante gue.. one of my motivator, gue bakal nerusin perjuangan dia B) .
Tante Sugiarti



















Setelah sarapan beberapa biji donat yang lumayan enak tapi ga bikin kenyang, kita mutusin buat buru-buru berangkat ke lokasi survey, dan subhanallah,, jalanan Jakarta.. hahaha
Loe bisa bayangin kan kalo seandainya tiap hari Jakarta begini? Mungkin gue gak pernah punya permintaan buat ke luar kota ini.. heu heu..







Kan keren yak? kalo tiap hari jalanan Jakarta begini?
kagak bakalan bosen gue berapa kali turun ke Jalanan..

Ahh..
Bagaikan mimpi di siang bolong,
Ahh..
Bagaikan pungguk merindukan bulan,
hahaha...






Perjalanan untuk sampe di lokasi survey pertama sekitar 1.5jam. Ni lokasi pertama gue survey



Ya karena yang kerja om gue sama suami gue, gue ngikut ya sekedarnya aja, make rompi, karna klo ga pake ga boleh masuk. dan ngeksis dah.. :D 

Selanjutnya ke lokasi ke dua, di Gerbang Tol Cilegon Timur, cukup jauh juga, sekitar 3 jam.









Jujur, ini pengalaman pertama gue, daaannnn kerrreeeen. Gue berasa seorang insinyur tau ga lo, hahahaha ..

Oke, lanjut ke lokasi berikutnya, lokasi terakhir. Di gerbang tol merak, panasssssnyo,, bikin gak kuat, tapi semangat. Karena om gue bilang abis ini kita mau ke pantai... yeaay!!!




Ga usah dijelasin deh ya, sebenernya kerjaan gue tu apaan? eh.. suami gue.. gue ma katanya Freelancer PTnya dia, hahaha... ni buat gambaran aja, kira - kira kerjaan ntar ngapain. 
check this out..




















Oke,, akhirnya kelar juga kerjaan surveynya. Lanjut pantaiii...... hahaha
Tapi sebelumnya makan siang dulu di salah satu rumah makan padang yang agak aneh. (gue ga tega mau ngasih liat fotonya).

Sekitar 30menit makan siang dan ngobrol-ngobrol, perjalanan lanjut ke salah satu pantai namanya Pantai Salira, lumayan sih dari tempat makan ini. Sepanjang perjalanan yang ada cuma pabrik pabrik dan pabrik, ada salah satu yang menyita perhatian gue. Ini 
Kalo yang lain ma Hollywood ya. tapi ini? hahaha..
Yasudahlaah...

Dan ini dia view yang sebelumnya ga pernah gue liat, 



















Ya, laut, dihiasi tongkang - tongkang yang we o we banget kalo menurut gue.. 
Sepanjang menuju pantai Salira ada beberapa tempat yang sebelumnya gue cuma denger dari cerita orang-orang doang. Salah satunya PLTU SURALAYA. Gila, gue seneng banget walaupun cuma lewat doang. Tapi sayang, perjalanan gue kepaksa stop di salah satu rumah kerabat, karena ternyata pantai Salira udah sejak setahun yang lalu ditutup. Tapi gapapalah.. itung-itung numpang sholat di rumah kerabat. Dan , minum gratis, haha...





Setelah dipikir cukup istirahat dan ngobrol ngalor - ngidulnya, kita mutusin buat pulang ke Jakarta, 
tapi karena perjalanan cukup panjang, sekitar 4 jam, kita mutusin untuk istirahat sholat dan makan di rest area. Makan bakso A Fung.. haha.. nih .. 


Lumayan recomended :D 

Oke, perjalanan kali ini kayanya cukup ya, pulang deh ke condet, 

Walaupun gagal ke Pantai Salira, tapi seenggaknya mimpi gue buat sebentar aja keluar dari Jakarta akhirnya kewujud. :D

Thanks for a nice trip ya om, kapan2 kalo urusan begini ajak gue lagi ya? :D
Om Haryanto -  Direktur PT URI CITRA MULIA


Suami gue, Nurohman - Technical Support